Kejadian ini terjadi empat hari yang lalu, ketika aku dan seorang temanku dalam kondisi dikejar deadline skripsi, dan satu orang temanku sedang dalam proses TAnya, kami memaksa mengejar deadline sebuah perlombaan. Hal ini berawal dari dua bulan yang lalu, ketika kami berniat mengikuti suatu lomba desin furniture. Kami pun memulainya, berdiskusi setiap minggu, membuat target, pencapaian, serta memikirkan ide dan desainnya.
Tapi membuat, membangun, dan menyatukan ide dan desain bukanlah hal yang mudah yang bahkan satu hari jadi. Banyak referensi yang perlu kami baca, terdapat pula beberapa pro dan kontra terhadap ide kami masing-masing. Tapi itulah serunya, saling membuka pikiran dan melampiaskan ide-ide yang sebenarnya berputar di kepala. Nah, kadang muncul godaan lainnya, bumbu-bumbu cerita yang lain yang kadang berada di luar konteks diskusi kami. Gawat sebenarnya. Tapi ya, kalau namanya wanita ketemu, obrolannya bisa ke sana ke sini. Itu secuil fenomena dalam kegiatan ini. Hmm... Katanya perjuangan, mana perjuangannya?
Hmm.. baiklah. Berhari-hari sejak hari itu kami jarang bertemu, sibuk skripsi, sibuk TA. Hanya via social media dan mobile saja kami berdiskusi ria. Hmm.. padahal kami sudah daftar. Sempat bertemu beberapa kali untuk membicarakan hal ini, tapi tidak terlalu intens. Sampai tibalah hari H, yaitu empat hari yang lalu itu. Perasaanku antara ingin meneruskan dan tidak. Kerja tim itu butuh kekompakan. Mengerjakan suatu hal itu juga butuh tekad yang kuat dan komitmen. Kalau tidak teringat pepatah 'jangan berhenti berjuang sampai titik darah penghabisan' aku akan berpikir untuk berhenti, menyerah. Tapi bukankah kesempatan itu tidak datang dua kali?
Aku dan teman-temanku pun memutuskan melanjutkan, karena kami sudah mendaftar, sudah membuat sedikit proposal, sudah membuat model di sketchup ketika pembagian tugas kemarin.Kami memutuskan mengerjakan di perpustakaan pusat kampus kami, yang tentunya bisa dapat wifi dan listrik gratis. *bayar sih sebenarnya dari uang kuliah. Tapi yang terpenting adalah nyamannya perpustakaan itu untuk bekerja.
Pagi sampai siang kami tidak bisa mengerjakan karena sibuk dengan kerjaan masing-masing, akhirnya baru sorelah kami bisa bertemu. Kami menemukan beberapa ide baru, sehingga sketchup yang dibikin masih perlu beberapa sedikit perubahan. Proposal ide juga masih perlu dilanjutkan dan diperbaiki di beberapa hal. Kami berpikir akan selesai pukul enam sore, tapi ternyata tidak. Perpustakaan pun sudah menuju waktu tutupnya, terpaksa kami pun harus pindah tempat, sekalian bangkit untuk solat magrib.
Kebetulan di bawah bagian perpustakaan pusat ini ada tempat makan yang menyediakan listrik untuk laptop. "Kita tinggal dikit lagi, di sini aja kali ya, tutup jam delapan" ujar salah satu dari kami. "Mba, ada colokan nggak?" itu yang pertama kali terucap saat kami memasuki tempat makan itu. Alhamdulillah ada. Kami pun memesan makanan dan langsung mulai lanjut mengerjakan. Jarum jam mulai bergerak pada pukul 8, lirikan-lirikan mba-mba restoran ini sudah tertuju pada kami. Hanya kami tamu mereka saat itu, saat-saatnya mereka tutup. Oh tidak, harus selesai dan kami belum menyelesaikannya. Terbersitlah lagi "ayo pindah tempat". Berhubung kami tidak ada yang ngekos, kami berpikir untuk berpindah ke minimarket terdekat yang memang menyediakan listrik dan wifi (tentunya untuk kami mengirim file secepatnya). Pindah ke rumah bukan solusi yang baik juga sepertinya, karena kami butuh fokus dan sedang dikejar deadline. Kami pun pindah dengan berjalan kaki dari perpustakaan pusat menuju jalan raya di depan kampus kami, kira-kira butuh setengah jam untuk sampai di minimarket itu, apa boleh buat, itu akses termurah dan tercepat.
Sesampainya kami di minimarket, kami mulai melanjutkan kerjaan kami, pukul 9 dan akhirnya pukul 10, menurutku tidak terlalu baik sebenarnya masih berada di luar rumah pada jam segini tanpa membawa kendaraan pribadi. Sebenarnya minimarket ini sendiri masih penuh dengan orang-orang yang sepertinya sedang melepas lelah, kalau menurut ilmu yang kupelajari di Metode dan Teori Perancangan Lingkungan, ini yang dinamakan third place bagi orang-orang yang sedang melepas lelah setelah pulang dari kantor atau pekerjaannya. Tapi bagaimana di jalan arah pulang? Apakah sepi? Apakah aka tidak ada apa-apa? Pikiran itu terlintas di sela-sela aku berkerja juga. Pada akhirnya, jam 10 kami selesai dan mengirim. HHhh.. akhirnya.
Ternyata kami bisa menyelesaikan tantangan ini. Tapi sayangnya perjuangan tidak hanya sampai di situ. Kebimbangan tentang bagaimana pulang tetap menjadi pikiranku. Aku tidak mau merepotkan orang rumah juga, akhirnya kubulatkan tekad untuk pulang ke rumah, dengan berbagai pikiran yang was-was sembari berdoa. Berdoa, memang itu senjata orang muslim dan berserah diri pada yang di atas. Itulah yang bisa kupikirkan ketika ada hal yang di luar jangkauan di luar kuasaku, karena yang Maha Kuasa hanya yang di atas. Dalam perjalanan aku hanya diam, melirik, dan was-was. Sekitar dua puluh menit kemudian, akhirnya aku sampai di rumah. alhamdulillah. Bagaimana dengan teman-temanku, alhamdulillah mereka juga sampai di rumah dengan selamat.
Walaupun deg-degan tapi aku merasa lebih baik setelah kami dapat menyelesaikan lomba itu. Melalui satu tantangan adalah perasaan tersendiri karena kesempatan itu tidak akan datang dua kali. Walaupun belum tentu menang, tapi banyak hal yang menurutku dapat kita pelajari dari mengikuti satu kompetisi. Baik dari sisi mengatur waktu, bekerja sama, saling menyemangati, menantang diri sendiri dan memaksa diri sendiri untuk berkomitmen dan bertekad. Ini bukan yang pertama kalinya aku mengikuti perlombaan, tapi ini cukup membuatku deg-degan.
Sabtu, 03 Mei 2014
Kamis, 27 Maret 2014
Apa Motivasimu Hari Ini?
Terdapat berbagai motif orang untuk membuat motivasi ataupun termotivasi. Saya merasakan terkadang motivasi itu timbul karena kondisi kita yang sedang kurang menyenangkan. Motivasi timbul dengan sendirinya. Tapi, kadang kala motivasi itu perlu ditimbulkan, bukan untuk iseng tentunya. Ya untuk meng-encourage kita. Ketika kita merasa sudah cukup, merasa bosan, merasa jenuh, sering kali kemalasan yang menghampiri. Haruskah kita mengikuti itu? Di situlah kita perlu motivasi yang dibuat.
Ketika saya berkunjung ke beberapa hunian seorang teman, entah itu kos-kosan atau rumah. Saat berkesempatan mengunjungi kamarnya, salah satunya seperti menumpang solat, sering saya melihat kata-kata motivasi tertempel di dinding, di balik pintu, ataupun di lemari.
Contoh lainnya, saat saya meminjam laptop teman saya, entah sekedar untuk memindahkan file atau mengecek sebuah tugas yang sedang dibuka di laptopnya. Saat sekilas halaman desktop-nya terlihat, sering kali juga ada kata-kata motivasi di sana.
Hal yang sama juga kadang terjadi pada desktop telepon genggam. Tidak selalu berupa kata-kata, adakalanya berupa wajah orang yang kita sayangi.
Di lain hal, terkadang kita juga perlu memotivasi diri dengan melihat-lihat kondisi di sekitar kita. Melihat hal yang ternyata jauh di luar dugaan kita. Seperti menyadarkan bahwa hidup tidak hanya sekedar 'itu' (sebut: hal yang membuat kita bosan, jenuh, atau malas). Menyadarkan kita bahwa kita memiliki potensi yang harusnya tidak terkalahkan oleh rasa bosan, jenuh, dan malas itu. Menyadarkan kita, mengingat tujuan kita.
Melihat contoh di atas, saya rasa ini terkait juga dengan rasa syukur. Seberapa jauh kita bersyukur dengan memaksimalkan potensi kita setiap harinya. Seberapa jauh kita berpikir untuk berbuat lebih karena meyakini bahwa kita bisa. Bisa dalam arti positif, bisa memanfaatkan anugerah yang sudah diberikan-Nya secara baik. Tetaap semangaaaat!!!
Jadi, apa motivasimu hari ini?
Ketika saya berkunjung ke beberapa hunian seorang teman, entah itu kos-kosan atau rumah. Saat berkesempatan mengunjungi kamarnya, salah satunya seperti menumpang solat, sering saya melihat kata-kata motivasi tertempel di dinding, di balik pintu, ataupun di lemari.
Contoh lainnya, saat saya meminjam laptop teman saya, entah sekedar untuk memindahkan file atau mengecek sebuah tugas yang sedang dibuka di laptopnya. Saat sekilas halaman desktop-nya terlihat, sering kali juga ada kata-kata motivasi di sana.
Hal yang sama juga kadang terjadi pada desktop telepon genggam. Tidak selalu berupa kata-kata, adakalanya berupa wajah orang yang kita sayangi.
Di lain hal, terkadang kita juga perlu memotivasi diri dengan melihat-lihat kondisi di sekitar kita. Melihat hal yang ternyata jauh di luar dugaan kita. Seperti menyadarkan bahwa hidup tidak hanya sekedar 'itu' (sebut: hal yang membuat kita bosan, jenuh, atau malas). Menyadarkan kita bahwa kita memiliki potensi yang harusnya tidak terkalahkan oleh rasa bosan, jenuh, dan malas itu. Menyadarkan kita, mengingat tujuan kita.
Melihat contoh di atas, saya rasa ini terkait juga dengan rasa syukur. Seberapa jauh kita bersyukur dengan memaksimalkan potensi kita setiap harinya. Seberapa jauh kita berpikir untuk berbuat lebih karena meyakini bahwa kita bisa. Bisa dalam arti positif, bisa memanfaatkan anugerah yang sudah diberikan-Nya secara baik. Tetaap semangaaaat!!!
Jadi, apa motivasimu hari ini?
Jumat, 07 Maret 2014
Diri Kita
Mulut itu untuk berbicara,
Mata itu untuk melihat,
Telinga itu untuk mendengar,
Otak itu untuk berpikir,
Hati itu untuk menyaring pikiran, dan
Kaki itu untuk melangkah
Manusia itu hidup untuk menjalankan fungsinya, menjadi khalifah di bumi. Bermanfaat bagi dirinya sendiri, bagi sesama, juga menyembah kepada Allah swt.
Selagi memiliki fungsi-fungsi bagian tubuh kita termasuk jiwa dan raga kita secara baik, bersyukurlah dengan menggunakannya secara baik dan penuh manfaat dalam kebaikan
Mata itu untuk melihat,
Telinga itu untuk mendengar,
Otak itu untuk berpikir,
Hati itu untuk menyaring pikiran, dan
Kaki itu untuk melangkah
Manusia itu hidup untuk menjalankan fungsinya, menjadi khalifah di bumi. Bermanfaat bagi dirinya sendiri, bagi sesama, juga menyembah kepada Allah swt.
Selagi memiliki fungsi-fungsi bagian tubuh kita termasuk jiwa dan raga kita secara baik, bersyukurlah dengan menggunakannya secara baik dan penuh manfaat dalam kebaikan
Sabtu, 21 Desember 2013
Satu Semester Ini
Kali ini, aku akan merapel beberapa cerita yang harusnya ditulis sebelum-sebelumnya. Hmm... Kira-kira setengah tahun ya berlalu. Banyak kejadian yang terjadi. Pertama, aku menyelesaikan magang, kedua, aku mendapat kesempatan untuk memperhatikan bangunan-bangunan di Singapur, dengan kata lain ya pergi ke sana, yeiy. Ketiga, ini tahun berakhirnya Studio Perancangan Arsitektur 5, Studio terakhir untuk program studiku saat ini,aamiin... Tapi sedih juga, semester depan gak ada studio. Tapi jujur yah, di bagian hidup yang ini, cukup kerasa antara pingin tetep kuliah atau melanjutkan hidup ini di luar tembok kuliah sana.Tapi intinya, yang tetap perlu dilakukan adalah ikhtiar.
Magang
Menurutku, magang itu cukup penting, jadi cukup tahu dunia kerja kita nanti itu seperti apa. Banyak belajar juga tentang hal yang belum pernah kita pelajari di kampus. Waktu magang, aku belajar cukup banyak tentang material. Tugasnya sih, merapikan lemari material,wuu... Tapi, ya mau gak mau jadi hafal materialnya, katalognya di situ, contoh materialnya di situ, sampai cara penggunaannya, penamaannya, jadi tahu semua. Ini yang tidak dipelajari di kampus.
Tapi, bukan itu saja, menghitung luasan ruang di CAD, melayout tata ruang Townhouse dari suatu masterplan, lalu membuat maket 1:100 rumah yang luasnya 1000m persegi dan maket fasad satu hotel kecil, dan juga merancang fasad satu rumah milik orang Cina yang lebarnya 30m dan ternyata kalau tidak cocok sama yang diinginkan kliennya, bisa revisi berkali-kali.hmm... Cukup capek sih magang di biro arsitek.
Walaupun begitu, ada juga kok sisi nyamannya, mungkin karena penghematan waktu, makan siangnya di kantor, dan dibayarin sama kantor. Benar-benar hemat waktu sih, juga bisa hemat uang. Kurang lebih mirip sama dengan kegiatan di studio kampus, makannya dibawa ke studio. Selain jadi bisa ngadem :p, ya bisa menghemat waktu.
Oh ya, salah satu hal terpenting dari magang juga, bisa nambahin isi tabungan lho, walaupun memang tidak seberapa tapi lumayan. Sebenarnya tergantung tempat magangnya juga sih. Yah, intinya, semakin banyak hal positif yang dicoba semakin bertambahlah pengetahuan dan pengalaman kita.
Jalan ke Singapura
Kalau yang satu ini, dilakukannya ramai-ramai satu studio. Caranya pun ala backpacker. Ini kedua kalinya aku ke luar negeri, dan pertama kalinya tanpa keluarga inti. Empat hari tiga malam dan menghabiskan kurang lebih Rp 3.000.000,00 !! Kalau dipikir-pikir termasuknya murah sih, dan cukup banyaklah pengalaman yang didapat.
Setiap harinya aku dan teman-teman harus mengunjungi sekitar 7 bangunan untuk diamati, sebagai turis tentunya, jadi ya lebih merasakan ruang kotanya. Naik turun MRT, bus kota, jalan kaki. fuuh... kalau pakai sistem android menghitung langkah kaki per hari, ternyata sehari bisa sampai 27.000 langkah kaki! Itu tiap hari kakinya pegeeel banget, mainannya udah sama muscle pain release setiap pulang.
Tips-tips ala hematnya adalah kami menginap di hostel dengan satu kamarnya untuk 10 orang, berhubung di sana orang satu studio yang jumlahnya 50 orang dibagi dalam beberapa kelompok kecil, jadi pas jalan tidak seperti rombongan yang lagi tur. jadilah kami satu kamar 10 orang, biayanya sekitar 180 ribu rupiah per malam (september 2013) sudah termasuk sarapan pagi roti dan air minum. Jalan kaki, naik MRT dan bus juga cukup menghemat uang. Satu tourist pass MRT bisa digunakan selama 3 hari untuk MRT dan bus kota, sistem yang oke menurutku. Nah, makannya pilih-pilih juga, kadang di tempat kecil, kadang fast food yang harganya standard, kadang di foodcourt seperti saat di Marina Bay Sands atau di Vivo City, intinya tidak akan masuk restoran mahal sih. Untuk minum, sebaiknya punya botol kosong. Di sana beberapa tempat menyediakan area isi ulang air minum, seperti bandara, hostel dan sebagainya.
Yang paling penting juga adalah waktu solat. Waktu itu, pertama kalinya juga solat di tempat umum ruang terbuka yang orang dengan mudah lewat sana lewat sini, bahkan pernah di atas jembatan Handerson atau Wave bridge, dan cukup bahagia waktu ketemu mesjid di Orchard, di situ juga ada tempat isi ulang minuman.
Backpackeran di negeri orang, dapat juga waktu-waktu nyasarnya, terutama saat naik bus kota. Sebenarnya naik bus kota lebih menyenangkan karena bisa melihat-lihat ruang kota. Jika naik MRT, yang kita lihat hanyalah terowongan gelap saja, walaupun memang risiko nyasarnya sangat sedikit karena jalurnya yang sudah terintegrasi walaupun jangkauannya jauh. Kalau naik bus kota, trayeknya cukup banyak, jadi perlu orang yang sudah berpengalaman atau ahli membaca peta dan trayek.
Jalan bersama sepuluh orang juga bukan hal yang mudah, ada yang mau ke sini, ada yang mau ke sana.hmm... belum lagi kondisi badan yang beda-beda, ada yang sudah letih ada yang belum, ada yang mau duduk dulu ada yang maunya buru-buru. Tapi itu semua pegalaman, dan di situlah kadang-kadang jadi bisa saling menguatkan dan jadi lebih mengenal satu sama lain. Juga jadi belajar menemukan arah baik melihat peta, bertanya, atau.. menduga-duga.hmm...
Kapan-kapan, coba ke tempat lain ah.
Studio Terakhir
Biasanya, di arsitektur itu, satu semester adaaaa aja kelas yang mengharuskan kita di studio, bisa 6 sampai 12 sks lho satu mata kuliahnya. Mata kuliah dengan studio itu ada Seni Rupa, Teknik Komunikasi Arsitektur, juga Studio Perancangan Arsitektur dari 1 sampai 5. Nah, semester kemarin ini adalah waktunya Studio Perancangan Arsitektur 5 ku. Huhu... antara sedih dan senang. Sebentar lagi mau skripsi tapii, tiga setengah tahun kuliahnya ada studionya, tiba-tiba nggak ada itu pasti rasanya beda. Yaa, namanya juga waktu dan hidup, pasti akan berjalan terus dan berganti. Semoga semua nilai-nilai semester ini menyenangkan hati yah. aamiin...
By the way, ini hari ibu lho! Selamat hari ibu untuk semua ibu di dunia, semoga anak-anaknya menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah ya! Terspesial untuk mamahku, terima kasih mamah! :D
Magang
Menurutku, magang itu cukup penting, jadi cukup tahu dunia kerja kita nanti itu seperti apa. Banyak belajar juga tentang hal yang belum pernah kita pelajari di kampus. Waktu magang, aku belajar cukup banyak tentang material. Tugasnya sih, merapikan lemari material,wuu... Tapi, ya mau gak mau jadi hafal materialnya, katalognya di situ, contoh materialnya di situ, sampai cara penggunaannya, penamaannya, jadi tahu semua. Ini yang tidak dipelajari di kampus.
Tapi, bukan itu saja, menghitung luasan ruang di CAD, melayout tata ruang Townhouse dari suatu masterplan, lalu membuat maket 1:100 rumah yang luasnya 1000m persegi dan maket fasad satu hotel kecil, dan juga merancang fasad satu rumah milik orang Cina yang lebarnya 30m dan ternyata kalau tidak cocok sama yang diinginkan kliennya, bisa revisi berkali-kali.hmm... Cukup capek sih magang di biro arsitek.
Walaupun begitu, ada juga kok sisi nyamannya, mungkin karena penghematan waktu, makan siangnya di kantor, dan dibayarin sama kantor. Benar-benar hemat waktu sih, juga bisa hemat uang. Kurang lebih mirip sama dengan kegiatan di studio kampus, makannya dibawa ke studio. Selain jadi bisa ngadem :p, ya bisa menghemat waktu.
Oh ya, salah satu hal terpenting dari magang juga, bisa nambahin isi tabungan lho, walaupun memang tidak seberapa tapi lumayan. Sebenarnya tergantung tempat magangnya juga sih. Yah, intinya, semakin banyak hal positif yang dicoba semakin bertambahlah pengetahuan dan pengalaman kita.
Jalan ke Singapura
Kalau yang satu ini, dilakukannya ramai-ramai satu studio. Caranya pun ala backpacker. Ini kedua kalinya aku ke luar negeri, dan pertama kalinya tanpa keluarga inti. Empat hari tiga malam dan menghabiskan kurang lebih Rp 3.000.000,00 !! Kalau dipikir-pikir termasuknya murah sih, dan cukup banyaklah pengalaman yang didapat.
Setiap harinya aku dan teman-teman harus mengunjungi sekitar 7 bangunan untuk diamati, sebagai turis tentunya, jadi ya lebih merasakan ruang kotanya. Naik turun MRT, bus kota, jalan kaki. fuuh... kalau pakai sistem android menghitung langkah kaki per hari, ternyata sehari bisa sampai 27.000 langkah kaki! Itu tiap hari kakinya pegeeel banget, mainannya udah sama muscle pain release setiap pulang.
Tips-tips ala hematnya adalah kami menginap di hostel dengan satu kamarnya untuk 10 orang, berhubung di sana orang satu studio yang jumlahnya 50 orang dibagi dalam beberapa kelompok kecil, jadi pas jalan tidak seperti rombongan yang lagi tur. jadilah kami satu kamar 10 orang, biayanya sekitar 180 ribu rupiah per malam (september 2013) sudah termasuk sarapan pagi roti dan air minum. Jalan kaki, naik MRT dan bus juga cukup menghemat uang. Satu tourist pass MRT bisa digunakan selama 3 hari untuk MRT dan bus kota, sistem yang oke menurutku. Nah, makannya pilih-pilih juga, kadang di tempat kecil, kadang fast food yang harganya standard, kadang di foodcourt seperti saat di Marina Bay Sands atau di Vivo City, intinya tidak akan masuk restoran mahal sih. Untuk minum, sebaiknya punya botol kosong. Di sana beberapa tempat menyediakan area isi ulang air minum, seperti bandara, hostel dan sebagainya.
Yang paling penting juga adalah waktu solat. Waktu itu, pertama kalinya juga solat di tempat umum ruang terbuka yang orang dengan mudah lewat sana lewat sini, bahkan pernah di atas jembatan Handerson atau Wave bridge, dan cukup bahagia waktu ketemu mesjid di Orchard, di situ juga ada tempat isi ulang minuman.
Backpackeran di negeri orang, dapat juga waktu-waktu nyasarnya, terutama saat naik bus kota. Sebenarnya naik bus kota lebih menyenangkan karena bisa melihat-lihat ruang kota. Jika naik MRT, yang kita lihat hanyalah terowongan gelap saja, walaupun memang risiko nyasarnya sangat sedikit karena jalurnya yang sudah terintegrasi walaupun jangkauannya jauh. Kalau naik bus kota, trayeknya cukup banyak, jadi perlu orang yang sudah berpengalaman atau ahli membaca peta dan trayek.
Jalan bersama sepuluh orang juga bukan hal yang mudah, ada yang mau ke sini, ada yang mau ke sana.hmm... belum lagi kondisi badan yang beda-beda, ada yang sudah letih ada yang belum, ada yang mau duduk dulu ada yang maunya buru-buru. Tapi itu semua pegalaman, dan di situlah kadang-kadang jadi bisa saling menguatkan dan jadi lebih mengenal satu sama lain. Juga jadi belajar menemukan arah baik melihat peta, bertanya, atau.. menduga-duga.hmm...
Kapan-kapan, coba ke tempat lain ah.
(kiri) Berkunjung ke Areanya Duxton Pinnacle & (kanan) Naik Sky Ludge di Sentosa Island
Pemandangan dari atas Vivo City, cukup memberi inspirasi dalam berarsitektur :)
Lupa nama areanya, tapi ini di dekat gedung UOB, sebelah kiri perkantoran dan jalan, sebelah kanan sungai. Ruang terbuka yang cukup menarik, yang sayangnya belum bisa diterapkan secara efektif di Indonesia
(kiri) Nongkri-nongkri sambil ngecharge HP di Bandara Udara Changi & (kanan) Marina Bay Sands dilihat dari bawah. Lumayan terinspirasi dari sisi keterbangunan di sini
Jadi terlihat berikon dan cukup berkarakter ya kotanya. Inspirasi yang lain
Silau, silau, silau. Henderson Bridge
Bagian atas dari Vivo City. Banyak area kumpul publik yang dapat dinikmati yang kurasa memang berperan penting dalam menghidupkan ruang-ruang kota
Di sinilah aku waktu itu. haha.. Hutan Kota yang konsepnya cukup unik. Henderson Bridge
Studio Terakhir
Biasanya, di arsitektur itu, satu semester adaaaa aja kelas yang mengharuskan kita di studio, bisa 6 sampai 12 sks lho satu mata kuliahnya. Mata kuliah dengan studio itu ada Seni Rupa, Teknik Komunikasi Arsitektur, juga Studio Perancangan Arsitektur dari 1 sampai 5. Nah, semester kemarin ini adalah waktunya Studio Perancangan Arsitektur 5 ku. Huhu... antara sedih dan senang. Sebentar lagi mau skripsi tapii, tiga setengah tahun kuliahnya ada studionya, tiba-tiba nggak ada itu pasti rasanya beda. Yaa, namanya juga waktu dan hidup, pasti akan berjalan terus dan berganti. Semoga semua nilai-nilai semester ini menyenangkan hati yah. aamiin...
Habis presentasi foto-foto dulu. Studio terakhir (PA5) bersama Ars 2010
By the way, ini hari ibu lho! Selamat hari ibu untuk semua ibu di dunia, semoga anak-anaknya menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah ya! Terspesial untuk mamahku, terima kasih mamah! :D
Minggu, 16 Juni 2013
When the Time Wakes Me Up
Waktu itu, begitu cepat berlalunya, padahal dilewati setiap detiknya. Kita yang terlalu lambat, atau waktu yang begitu cepat? Sayangnya waktu itu tidak akan pernah menunggu. Seperti ini, tiga tahun menempuh ilmu berlalu, yang terasa begitu cepat. Banyak sekali pembelajaran yang sudah aku dapat. Masih ada satu tahun lagi, yang mungkin, bisa jadi sebagai media yang mengantarkanku menjadi sesuatu. Tergantung bagaimana aku mengarahkannya dan tergantung kehendak Allah swt.
Satu tahun ke depan itu, mungkin akan terasa cepat juga. Memkirkannya membuatku merasa pada masa itu mungkin akan menjadi salah satu masa pembuktian dalam hidup, tanggung jawab yang berbeda, serta pengabdian ilmu yang lebih pada masyarakat. Bukan lagi di balik tembok yang terkadang bisa memaklumi kita.
Semua ini adalah proses pembelajaran yang bisa saja terjadi perubahan-perubahan di dalamnya. Yang jelas, satu hal yang pastinya tidak boleh dilupakan dan perlu dilanjutkan, yaitu ilmunya. Ilmu yang tetap perlu terus dijaga dan dicari, serta diamalkan pada nantinya. Ilmu yang nantinya akan dicari lagi kelanjutannya, dijaga, lalu diamalkan lagi entah kapan dan di mana.
Ketika waktu menyadarkanku, membuatku sadar akan pentingnya rencana-rencana dan target-target yang sebisa mungkin terpenuhi. Mengingatkanku akan pentingnya ikhtiar dan tawakal. Mengingatkanku untuk selalu bisa bersyukur. Mengingatkanku untuk tetap terjaga. Dan bagaimanapun, proses ini masih berlanjut, dan ketika waktu menyadarkanku lagi pada nantinya, aku harap aku tidak menyesal. aamiin ya robbal'alamiin...
Satu tahun ke depan itu, mungkin akan terasa cepat juga. Memkirkannya membuatku merasa pada masa itu mungkin akan menjadi salah satu masa pembuktian dalam hidup, tanggung jawab yang berbeda, serta pengabdian ilmu yang lebih pada masyarakat. Bukan lagi di balik tembok yang terkadang bisa memaklumi kita.
Semua ini adalah proses pembelajaran yang bisa saja terjadi perubahan-perubahan di dalamnya. Yang jelas, satu hal yang pastinya tidak boleh dilupakan dan perlu dilanjutkan, yaitu ilmunya. Ilmu yang tetap perlu terus dijaga dan dicari, serta diamalkan pada nantinya. Ilmu yang nantinya akan dicari lagi kelanjutannya, dijaga, lalu diamalkan lagi entah kapan dan di mana.
Ketika waktu menyadarkanku, membuatku sadar akan pentingnya rencana-rencana dan target-target yang sebisa mungkin terpenuhi. Mengingatkanku akan pentingnya ikhtiar dan tawakal. Mengingatkanku untuk selalu bisa bersyukur. Mengingatkanku untuk tetap terjaga. Dan bagaimanapun, proses ini masih berlanjut, dan ketika waktu menyadarkanku lagi pada nantinya, aku harap aku tidak menyesal. aamiin ya robbal'alamiin...
Minggu, 23 September 2012
It's not a cup, nor a jar, it's a pot
What a surprising :D It's not a cup, nor a jar, but it's a pot.
intinya, perlu diingat bahwa a cup berarti cangkir kecil,
a jar dapat berarti kendi
a pot dapat berupa teko atau cangkir besaaaaaaarrrrrr :)
Amanah Itu
Sejatinya amanah itu,
Bukan karena kamu mampu
Bukan pula karena mereka merasa kamu mampu
Bukan karena kamu tahu kapasitasmu
Bukan pula karena mereka tahu kapasitasmu
Dan jangan sampai pula karena kemauanmu
Amanah itu kehendak Allah, rencana Allah atas kehidupanmu.
Bahkan sekiranya semua orang di sekitarmu berhimpun untuk menjauhkanmu dari
amanah itu, jika Allah tahu itu yang terbaik bagimu, maka Ia berikan amanah itu
kepadamu.
Bahkan sekiranya semua orang di sekitarmu bersepakat menyatakan bahwa kamu
tak mampu, jika Allah tahu amanah itu jalan terbaik untuk meningkatkan kapasitas dirimu,
maka Ia berikan amanah itu kepadamu.
Bahkan sekiranya semua orang di sekitarmu berupaya maksimal agar seseorang
yang bukan dirimu yang mengemban amanah itu, jika Allah ingin mendidikmu
dengan amanah itu, maka Ia berikan amanah itu kepadamu.
Bahkan sekiranya seluruh aibmu seketika memenuhi pikiranmu dan membuatmu
berhenti melangkah karena ragu. Jika Allah tahu amanah itu akan membuatmu menjadi
hamba yang semakin baik dan semakin dekat dengan-Nya, maka amanah
itu akan Ia berikan kepadamu.
Percayalah, ada Rencana Terbaik yang sudah Allah persiapkan.
Sikapilah dengan ikhtiar terbaik yang kamu lakukan,
Serta pertanggungjawaban terbaik yang bisa kamu persiapkan.
Sekali lagi, ini bukan tentang kamu dan mereka, ini tentang kamu dan Dia.
Dan melangkahlah dengan percaya, bahwa bersama-Nya semua akan baik-baik sajadari buku PPSDMS kak Ifa
Kamis, 02 Agustus 2012
twenty
It's about twenty, when I woke up in the ninth of July this year..
It's about twenty, that they say you are not a child, even not a teen anymore..
It's about twenty, that they say the flame of the idealisme streaming with your mind..
It's about twenty, when the phrase 'it's up to you', or 'it's on your hand', then or 'you have your own way to be knitted'...
It's about twenty, some condition where you should make your life to be more mature...
It's about twenty..
Just about twenty...
when your age ration have twenty years away.
It's about twenty, and you have to know what you should do,
It's about twenty, and you have to know what you want really to be,
And about twenty, that why you want and how you realizing that.
Minggu, 25 Maret 2012
From One Knit to a Thing
My first handmade shawl :D It spent almost three months.....
Just because one knit, it was continued, should be continued to became a functional thing
not just a thing....
not just a thing....
and also biggest thank's to Fathia Baroroh, the friend and the teacher who thought me how to knit. Thank you Phatyyyyy :D :D
Kamis, 22 Maret 2012
mission, function, and purpose
Today, I more understand why I'm here and why we are here. I'm here not because suddenly I should here, but because I'm a part of this world. And because of this, so I have my own function for this world. So, I believe that I should try to do my best function, and as my religion say that we are here not for nothing. And as we know, that
"best creature is someone who very useful for the other".
As my religion say so, that "the purpose for the created of human is just for praying to God" that also means, Do God's command and stay away from God's prohitbitation. And doing best for our function is one way to pray for my God.
So.... think first that this life not just alive. This life is a gift that we please to act based on our function. Yes, we can live in a life because we have mission, function, and individual purpose, and that's why we were created.Kamis, 10 November 2011
Achieving for Freedom
It could be captured while observing the site, and then you realize that the grass is too important to be observed and you'll realize that this green object also has its own texture. So try to realize that.
Jumat, 04 November 2011
Rabu, 12 Oktober 2011
THE BLUE SKY AND WHITE CLOUDS
I got this view in my house balcony. Soooo beautiful. And I don't know how this be created. Amazing.
This blue sky and white clouds are just one from other sign of how big is God, the beautiful One, the One who sent us to this planet, the One who give us much gifts until now. Thank's for everything.... :D
Senin, 03 Oktober 2011
wajib, tanggung, dan jawab
Tanggung jawab dan kewajiban memang sebisa mungkin kita laksanakan dengan usaha yang maksimal. Tapi bagaimana kalau kita tidak mampu memikulnya? Kata terlambat itu memang ada, itulah manusia, tidak bisa menyadarinya dari awal, karena mungkin memang butuh proses. Tapi, jangan sampailah tanggung jawab itu kita abaikan begitu saja, perlu penjelasan dan kejelasan dalam mengembannya. Perlu kejujuran dan keikhlasan dalam menjalankannya. Perlu kesabaran dan sikap cermat dalam amanatnya. Ada konsekuensi dibalik semuanya, tapi ada imbalan peluh dari setiap pengorbanannya. Tanggung jawab muncul dari diri setiap individu. Merupakan kesadaran menjalankan setiap kewajiban di dalamnya.
sepasang mata
Kenapa Dia menciptakan dua mata?
Mungkin salah satunya supaya manusia itu tidak memandang hanya dari satu sisi saja.
Minggu, 02 Oktober 2011
mobile
Menjadi orang yang mandiri dan bisa mobile sendiri sepertinya menyenangkan. Selain tidak membuang-buang waktu, juga dapat mempercepat pergerakan (mobilisasi). Contoh hari ini, mau pulang ke rumah aja bingung, antara nggak tahu jalan dan belum ada alat mobilisasinya. Tapi sepertinya untuk jadi orang yang mobile memang perlu tahu arah juga, baik arah tujuan secara fisik, maupun arah tujuan secara prospek. mobile, mobile, mobile.
Rabu, 24 Agustus 2011
ternyata ..oo.. ternyata part 2
Berikutnya penanganan untuk korban gigitan ular dan sengatan listrik.
Dengan contoh dua kasus ini, kita dapat belajar bahwa untuk melakukan pertolongan pertama, yang sangat pertama kali yang harus diperhatikan: SUMBER serangan pada korban dan pada bagian apa, langsung aja deh ke infonya,
Gigitan ular
gigitan ular sering terjadi di bagian lengan atau tungkai. Pada lengan biasanya disebabkan karena korban ingin menyentuh ular entah itu menangkap dan sebagainya. Perlu diketahui, ternyata, dari berbagai kasus, gigitan ular biasany tepat pada pembuluh darah, entah mungkin ular-ular itu memiliki sensor pembuluh darah atau bagaimana. Karena di pembuluh darah itulah, racun dari bisa ular akan menyebar dengan cepat ke seluruh tubuh, maka jika gigitan di tangan, bebat kedua bagian samping luka sehingga dapat memperlambat aliran racun ke seluruh tubuh, lalu biarkan tangan korban pada posisi siap agar racun tidak mudah mengalir ke bagaian tubuh lain. Jika gigitan terjadi pada tungkai: bebat sisi-sisi luka, lalu biarkan korban tetap berdiri. Jangan sekali-kali membaringkan korban, apalagi memposisikan tungkai korban lebih tinggi dari tubuh korban karena akan mempermudah cepatnya penyebaran racun ke seluruh tubuh.
Dengan contoh dua kasus ini, kita dapat belajar bahwa untuk melakukan pertolongan pertama, yang sangat pertama kali yang harus diperhatikan: SUMBER serangan pada korban dan pada bagian apa, langsung aja deh ke infonya,
Gigitan ular
gigitan ular sering terjadi di bagian lengan atau tungkai. Pada lengan biasanya disebabkan karena korban ingin menyentuh ular entah itu menangkap dan sebagainya. Perlu diketahui, ternyata, dari berbagai kasus, gigitan ular biasany tepat pada pembuluh darah, entah mungkin ular-ular itu memiliki sensor pembuluh darah atau bagaimana. Karena di pembuluh darah itulah, racun dari bisa ular akan menyebar dengan cepat ke seluruh tubuh, maka jika gigitan di tangan, bebat kedua bagian samping luka sehingga dapat memperlambat aliran racun ke seluruh tubuh, lalu biarkan tangan korban pada posisi siap agar racun tidak mudah mengalir ke bagaian tubuh lain. Jika gigitan terjadi pada tungkai: bebat sisi-sisi luka, lalu biarkan korban tetap berdiri. Jangan sekali-kali membaringkan korban, apalagi memposisikan tungkai korban lebih tinggi dari tubuh korban karena akan mempermudah cepatnya penyebaran racun ke seluruh tubuh.
Rabu, 10 Agustus 2011
ternyata ..oo.. ternyata part 1
Hari ini, baru saja saya mengikuti pelatihan P3K, tumben-tumbennya berbau kesehatan. Ya, baru kali ini jadi panitia bidang P3K dan baru kali ini juga mengikuti pelatihan P3K. Ternyata, banyak hal-hal mengenai kesehatan yang sangat simple, namun belum saya ketahui, seperti:
Saya baru tahu nama lain nafas buatan itu resusitasi. Resusitasi merupakan sebuah upaya menyediakan oksigen ke otak, jantung, dan organ-organ vital lainnya melalui sebuah tindakan yang meliputi pemijatan jantung, ya contohnya itu nafas buatan. Resusitasi dilakukan saat seorang korban sudah tidak sadarkan diri. Teorinya: lihat dengar dan rasakan. Lihat dada korban masih melakukan relaksasi dan kontraksi saat bernafas, dengar hembusan nafas dari hidung korban, apakah masih ada, dan rasakan apakah hembusan korban panas atau dingin. Jika hembusan nafas korban dingin, bisa jadi korban hampir tidak tertolong. Resusitasi juga dilakukan dengan hitungan untuk aba-aba menekan dada korban untuk memancing nafasnya, hitungan ini umumnya dilakukan sebanyak 5 hitungan.
"1....., 2......, 3....., 4....., 5......." kurang lebih begitu.
Ada pula beberapa tindakan darurat yang baru saya ketahui:
Asma/ Sesak Nafas
Sebenarnya untuk yang satu ini cukup familiar dengan saya, begitu juga tindakannya. Tindakan darurat untuk orang asma yang sedang kambuh, posisikan duduk tubuh korban, jangan sekali-kali membaringkan korban yang sedang sesak nafas karena dengan membaringkannya justru akan menghambat jalan nafas korban karena pada posisi berbaring, organ-organ pernafasan tidak akan terbuka lebar seperti saat posisi duduk atau berdiri.
Serangan Jantung
Unruk yang satu ini, tindakan daruratnya, posisikan tubuh korban duduk menyender dengan tungkai itekuk mendekati perut. Kenapa serangan jantung sering menyebabkan kematian, salah satu faktornya terjadi akibat pola hidup, contohnya seseorang sehabis olah raga lebih dari 15 menit, melepas dahaga dengan minum air dingin, hal ini sangat tidak dianjurkan karena tubuh yang baru saja olah raga akan memiliki aliran darah yang lancar, ketika air dingin masuk, dari kondisi panas tiba-tiba tubuh mengalami pendinginan mendadak, hal ini dapat menyebabkan tidak lancarnya aliran darah, padahal pada kondisi setelah olah raga aliran darah harusnya sangat lancar sebagai efek dari olah raga. Contoh lain, setelah olah raga lebih dari 15 menit, langsung tidur. Ini juga sangat tidak dianjurkan karena tubuh termasuk organ-organ di dalamnya yang tadinya memanas / bergerak tiba-tiba mengalami pendinginan mendadak dan istirahat mendadak, sesuatu yang mendadak dapat mengakibatkan sebuah hal yang mendadak atau ekstrim pula, salah satunya dapat berakibat kematian. Itulah mengapa penyakit jantung rentan dengan kematian, dan salah satunya disebabkan pola hidup yang kurang baik.
Unruk yang satu ini, tindakan daruratnya, posisikan tubuh korban duduk menyender dengan tungkai itekuk mendekati perut. Kenapa serangan jantung sering menyebabkan kematian, salah satu faktornya terjadi akibat pola hidup, contohnya seseorang sehabis olah raga lebih dari 15 menit, melepas dahaga dengan minum air dingin, hal ini sangat tidak dianjurkan karena tubuh yang baru saja olah raga akan memiliki aliran darah yang lancar, ketika air dingin masuk, dari kondisi panas tiba-tiba tubuh mengalami pendinginan mendadak, hal ini dapat menyebabkan tidak lancarnya aliran darah, padahal pada kondisi setelah olah raga aliran darah harusnya sangat lancar sebagai efek dari olah raga. Contoh lain, setelah olah raga lebih dari 15 menit, langsung tidur. Ini juga sangat tidak dianjurkan karena tubuh termasuk organ-organ di dalamnya yang tadinya memanas / bergerak tiba-tiba mengalami pendinginan mendadak dan istirahat mendadak, sesuatu yang mendadak dapat mengakibatkan sebuah hal yang mendadak atau ekstrim pula, salah satunya dapat berakibat kematian. Itulah mengapa penyakit jantung rentan dengan kematian, dan salah satunya disebabkan pola hidup yang kurang baik.
Rabu, 27 Juli 2011
Kejutan
Hari ini sepulang melakukan aktivitas seperti biasa, saya bertemu dengan banyak teman lama secara tidak sengaja, dari yg ini sampai yang itu, di situasi-situasi yang tidak saya duga. Mungkin ini sebuah kejutan kecil. Allah itu memang Mahabesar, Subhanallah! Ia dapat mengatur segalanya hingga ini terasa seperti kejutan. Kalau dipikir, sebenarnya semua kejutan-kejutan kecil yang sering kita peroleh dari sanak saudara dan kerabat-kerabat asal muasalnya juga dari Allah swt. Sungguh, semua ini anugerah yang cukup menakjubkan untuk hari ini. Terima kasih Allah.. :D
Kamis, 21 Juli 2011
Permainan Edukatif Indonesia
| bentuk awal |
Saya mengetahui permainan ini dari sepupu. Cukup unik karena cara memainkannya dengan membongkar pasangnya, yang tentunya membutuhkan permainan logika. Desainnya yang terbuat dari kayu membuat mainan ini terkesan etnik, klasik, namun simple. Permainan ini memiliki bermacam-macam desain dengan berbagai teknik logika yang berbeda-beda. Cukup seru dan butuh kesabaran dalam memainkannya... :D
| setelah dibongkar |
| bentuk lain |
Cukup menarik dan kreatif, apalagi ini buatan dalam negeri. Semoga semakin banyak lagi produk-produk permainan edukatif lainnya buatan anak bangsa. :)
Langganan:
Postingan (Atom)


